Jumat, 02 Desember 2011

INFO KESEHATAN

SEL Sel adalah satu unit dasar dari tubuh manusia dimana setiap organ merupakan agregasi/penyatuan dari berbagai macam sel yang dipersatukan satu sama lain oleh sokongan struktur-struktur interselluler.Setiap jenis sel dikhususkan untuk melakukan suatu fungsi tertentu. Misalnya sel darah merah yang jumlahnya 25 triliun yang berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan.Disamping sel darah merah masih terdapat sekitar 75 triliun sel lain yang menyusun tubuh manusia,sehingga jumlah sel pada manusia sekitar 100 triliun sel. Walaupun banyak sel yang berbeda satu sama lainnya,tetapi umumnya seluruh sel mempunyai sifat-sifat dasar yang mirip satu sama lain,misalnya: oksigen akan terikat pada karbohidrat,lemak atau protein pada setiap sel untuk melepaskan energi, mekanisme umum merubah makanan menjadi energi, setiap sel melepaskan hasil akhir reaksinya ke cairan disekitarnya, hampir semua sel mempunyai kemampuan mengadakan reproduksi dan jika sel tertentu mengalami kerusakan maka sel sejenis yang lain akan beregenerasi. Secara umum sel-sel yang menyusun tubuh manusia mempunyai struktur dasar yang terdiri dari membran sel, protopalsma dan inti sel (nukleus). Ketiganya mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari air,elektrolit,protein,lemak dan karbohidrat. Perubahan Energi dalam Sel Sel membutuhkan energi untuk melakukan semua aktifitasnya, misalnya sintesa glukosa, kontraksi otot dan replikasi DNA. Dalam sistem biologis, energi tersebut diperoleh dari ikatan kimia danreaksi kimia yang terdapat dalam sel (bahan makanan). Glukosa adalah sumber energi yang utama. Sel melakukan degradasi glukosa secara terus-menerus dan pada proses tersebut energi akan dikeluarkan saat ikatan kimia glukosa dipecah sehingga energi tadi dapat digunakan untuk semua aktifitas sel. Energi yang digunakan dapat dikonversi menjadi berbagai macam energ seperti energi panas, energi kimia, energi mekanik dan energi listrik. Misalnya pada otot dan saraf,energi kimia dikonversi menjadi energi mekanik pada kontraksi otot dan energi listrik pada aktifitas sel saraf. Energi yang diekstraksi dari bahan makanan, terikat dalam suatu ikatan kimia yang dikenal sebagai Adenosin Triphosphate (ATP). ATP inilah yang merupakan sumber energi, dimana energi akan dilepas jika ATP dihidrolisis menjadi ADP sehingga 1 fosfat yang berenergi tinggi (12 kkal) dipakai untuk kebutuhan sel, ADP masih dapat dihidrolisis untuk kembali menghasilkan 1 fosfat (12 kkal) dan molekul AMP. Umumnya molekul yang diekstraksi dari bahan makanan, akan dipakai terlebih dahulu untuk pembentukkan ATP, sebelum energi tadi dipakai untuk semua aktifitas sel. Ikatan Kimia dalam Sel Tubuh Manusia Terdapat dua jenis ikatan kimia yang terdapat dalam sistem biologis yaitu ikatan kovalen (ikatan kuat) dan ikatan non-kovalen (ikatan lemah). Ikatan kovalen mengikat atom-atom yang membentuk molekul pada ikatan kimia organik. Sedang ikatan nonkovalen menentukan struktur tiga dimensi dari sebagian besar molekul biologis. Energi yang dihasilkan pada saat pemecahan dan pembentukan ikatan kovalen sangat besar. Atom yang terikat dengan ikatan kovalen sangat stabil, sehingga energi yang diperlukan untuk memecahkan ikatan tersebut sangat besar. Perubahan energi yang yang terjadi untuk memecahkan ikatan kovalen ini diperoleh dari pembentukan ikatan kovalen yang lain. Oleh karena itu kuatnya ikatan kovalen ini, maka molekul yang tersusun atas ikatan kovalen dapat bertahan dalam waktu yang lama. Ikatan nonkovalen terdapat pada sebagian besar ikatan yang mempertahankan struktur molekul besar seperti protein dan asam nukleat. Struktur 3 dimensi dari molekul besar tersebut ataupun ikatan antara satu molekul dengan molekul yang lain sangat lemah. Pada suhu normal, ikatan nonkovalen hanya bersifat sementara, akan tetapi banyak ikatan kovalen secara bersama-sama membentuk ikatan yang mempunyai stabilitas yang tinggi. Yang termasuk ikatan non kovalen adalah ikatan hidrogen, ikatan ionik, ikatan van der waals dan ikatan hidrofobik. Meremajakan Sel-Sel Tubuh Kita Pengamat kesehatan Medan, dr Faisal Habib mengatakan, berpuasa dapat meremajakan sel-sel tubuh dan bagi orang yang melaksanakannya. “Pentingnya puasa bagi tubuh yakni dapat membantu badan dan mengatur metabolisme dalam membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus hormon atau pun zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh,” katanya di Medan, Rabu. Puasa berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengeluarkan kotoran, toksin atau racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan mengganti sel-sel yang rusak dengan yang baru serta untuk memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh. Ia menambahkan, puasa juga dapat mengontrol dan mengurangi kadar kolesterol serta menurunkan kerja jantung untuk pencegahan terhadap penggumpalan darah yang termasuk penyebab serius panyakit jantung. Puasa memiliki banyak hikmah dan manfaat untuk tubuh, ketenangan jiwa, dan kecantikan. Saat berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirahat dan miliaran sel dalam tubuh bisa menghimpun diri untuk bertahan hidup. Dia menganjurkan untuk berpuasa bagi orang yang terkena penyakit, karena berpuasa dapat membantu untuk mengobati. Ustad Zulfahmi Ibnu, dosen fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, ketika memberikan keterangan secara terpisah mengatakan, dengan puasa dapat membuat tubuh sehat secara jasmani dan rohani. “Dalam Islam, puasa bulan Ramadhan maupun puasa sunah di luar Ramadhan membuat kita bisa menjadi lebih takwa dan lebih sabar dalam melatih keimanan,” katanya. Jenis Serat Otot Rangka Berdasarkan karateristiknya : 1. ST (Slow Twitch fiber/serabut otot lambat/Serat oksidatif lambat/Tipe I) 2. FT (Fast Twitch fiber/Serabut otot cepat/tipe II), Tipe IIa= serat oksidatif cepat, Tipe IIb= serat glikolitik cepat. Perbedaan kedua serat terletak pada kecepatan kontraksi dan perangkat enzimatik yang digunakan membentuk ATP. Potensi Aerobik & Anaerobik serta kecepatan kontraksi • Fast Twitch, kemampuan sistem anaerobik, ATP lebih cepat terbentuk sehingga kontraksinya lebih cepat, akibatnya Fast Twitch lebih cepat lelah (3x lebih cepat dari slow twitch karena motor neuronnya lebih besar dan sistem ATP-CP serat FT 3x > ST, sistem asam laktat serat FT 2x lebih aktif dari ST. • Slow Twitch, Sistem aerobik, ATP lambat tapi banyak sehingga kontraksinya lambat, akibatnya ST lebih resisten terhadap kelelahan. • ST memiliki banyak mitokondria, banyak kapiler dan memiliki kandungan mioglobin yang tinggi (serat merah= red fibers) • FT kebalikan dari ST, FT berwarna pucat (white fibers) • Manusia memiliki ketiga serat, persentasinya ditentukan oleh jenis aktifitasnya. Misalnya kontraksi otot dengan intensitas rendah dan lama tanpa mengalami kelelahan seperti otot punggung dan tungkai, serat oksidatif lambat/ST. • Sedangkan FT pada otot-otot lengan mempunyai adaptasi gerakan yang kuat dan cepat. • Persentase FT: ST sekitar 50%. Sistem Energi Adenosin Triphosphate (ATP) Seluruh energi ditubuh berasal dari molekul yang tinggi energi yaitu Adenosin Triphosphate (ATP) yang tertimbung diotot. Selama fungsi tubuh bekerja maka hidrolisis ATP harus terus berjalan. Diantara sel tubuh, sel otot merupakan sel yang terbanyak menimbun ATP. ATP diotot sekitar 4-6 milimol/kg otot, yang hanya cukup untuk aktifitas cepat dan berat selama 3-8 detik. Untuk aktifitas yang lebih lama otot memerlukan ATP melalui 3 sistem energi. Kinerja fisik memerlukan kombinasi dari ke 3 sistem energi, dimana kontribusinya tergantung dari intensitas dan lamanya kerja fisik yaitu sistem ATP-CP, Sistem glikolisis anaerobic dan sistem aerobic. Tubuh beraktifitas seperti mesin yang bergerak sendiri (automobile) dengan mengubah energi kimia menjadi energi mekanik. Adenosin Triphosphate Adenosin Triphosphate (ATP) Semua energi dalam proses biologi berasal dari matahari. Sumber energi tidak dapat digunakan secara langsung tapi melalui proses metabolisme yaitu pemecahan zat gizi dari makanan (klorofil tanaman merubah energi yang diterimanya menjadi energi kimia: KH, protein dan lemak) yang memberi hasil akhir ATP + CO2 H2O. ATP merupakan senyawa kimia berenergi tinggi yang dapat langsung digunakan dalam proses biologis (konduksi saraf, transportasi ion, sekresi kelenjar, kontraksi dan rileksasi otot,dll) ATP terbentuk dari ADP dan Pi melalui fosforilasi yang dirangkaikan dengan proses oksidasi. Selanjutnya ATP yang terbentuk dialirkan ke proses reaksi biologis yang membutuhkan energi untuk hidrolisis menjadi ATP dan Pi sekaligus melepaskan energi yang dibutuhkan oleh proses biologis tersebut. Demikian seterusnya sehingga terjadilah daur ATP-ADP secara terus menerus. Siklus ATP Hidrolisis • ATP –> ADP + Pi + 12.000 kalori • ADP –> AMP + Pi + 12.000 kalori Pembentukan kembali • AMP + Pi + 12.000 kalori –> ADP • ADP + Pi + 12.000 kalori –> ATP Berlangsung secara mendaur –> Siklus ATP –> sistem energi. Adaptasi Tubuh dengan Aktifitas Fisik 1. Adaptasi Otot Proporsi ST dan FT pada lengan dan tungkai seimbang. Serabut ST memiliki daya tahan aerobik yang tinggi dan bekerja pada aktifitas yang bersifat endurance serta intensitasnya rendah. Serabut FT bersifat anaerobik. FTa/IIa untuk aktifitas yang eksplosif dan FTb//IIb sedikit susah dipahami karena melibatkan otot yang tinggi. Serabut FT dan ST tidak dapat dipertukarkan. Proses adaptasi otot sangat bergantung pada jenis aktifitas yang dilakukan sehingga mempengaruhi predominan sistem energi yang bekerja dan terkait dengan kelompok serat otot yang ada. Otot rangka mendapat suplai darah sebesar 15% dari total volume darah dan meningkat hingga 80% pada saat aktifitas fisisk yang berat. Perubahan adaptif otot akan berbalik keadaan semula dengan periode beberapa bulan apabila aktifitas fisik dihentikan. 2. Adaptasi Kardiovaskuler Fungsi utama sistem Kardiovaskuler : 1. Membawa O2 dan nutrisi ke seluruh sel-sel tubuh 2. Mengangkat CO2 dan sisa metabolisme dari sel-sel tubuh 3. Mengangkat hormon dari kelenjar endokrin ke target organ 4. Mempertahankan hemodinamika tubuh , misalnya temperatur tubuh dan keseimbangan cairan tubuh agar tidak dehidrasi. Sistem kardiovaskuler = Sistem Pemompaan Terdiri atas : • Pompa (jantung) • Sistem pengaliran (pembuluh darah) • Cairan (darah) Jantung secara anatomis terdiri dari : • 2 atrium (sebagai reservoar) • 2 ventrikel (sebagai unit pengirim) • Katup (sebagai penghalang) Sistem sirkulasi jantung 1. Sirkulasi paru : mengangkut darah antara jantung dan paru-paru, ia memiliki tekanan dan resistensi yang rendah. 2. Sirkulasi sistemik : mengangkut darah antara jantung dan sistem organ, ia memiliki tekanan dan resistensi yang tinggi. Sistem konduksi dan intrinsik jantung : 4 sistem konduksi jantung 1. Nodus sinoatrial (SA) 2. Nodus Atrioventrikularis (AV) 3. Bundle his 4. Serabut purkinje Sistem pembuluh darah • Arteri –> Arteriola –> kapiler –> venula –> vena • Darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung melalui vena-vena, dibantu oleh pompa otot (terutama pada kontraksi otot) • Darah didistribusikan ke seluruh tubuh bergantung pada kebutuhan jaringan. Jaringan yang aktif membutuhkan darah dalam volume yang lebih banyak. Darah Darah dan cairan limpe mengandung zat-zat dari dan ke seluruh tubuh. Cairan plasma merembes ke jaringan —> Cairan interstitial. Kebanyakan Cl akan kembali ke kapiler dan sebagian lagi masuk ke dalam sistem limfatik dan akhirnya kembali ke aliran darah. Dehidrasi –> plasma berkurang –> kekentalan darah meningkat –> tahanan aliran meningkat Adaptasi sistem kardiovaskuler terhadap latihan fisik Latihan fisik : 1. Kebutuhan O2 dan nutrisi meningkat dengan cepat 2. Proses metabolisme terjadi dengan cepat 3. Sampah metabolisme meningkat 4. Suhu tubuh meningkat 5. Konsentrasi ion hidrogen meningkat dalam darah dan otot, menyebabkan otot dan darah menjadi lebih asam. Perubahan pada komponen sistem Kardiovaskuler sebagai respon terhadap aktifitas fisik 1. Denyut nadi (gelombang nadi yang merambat melalui dinding arteri, yang dimulai pada pangkal aorta). Denyut nadi istirahat orang dewasa 60-80 denyut/menit, Lebih rendah pada atlit dan orang tua, menurun sesuai usia, dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya suhu dan ketinggian. Penilaian : bandingkan denyut nadi istirahat dan denyut nadi latihan / aktifitas fisik. Sesaat sebelum aktifitas fisik, denyut nadi sedikit meningkat, respon antisipasi (denyut nadi antisipasi), pelepasan neurotransmitter norepinefrin dan adrenalin. Denyut nadi meningkat sesuai dengan intensitas aktivitas hingga mencapai titik keletihan –> DN menurun. Denyut nadi maksimum adalah denyut nadi tertinggi yang dapat dicapai dengan usaha /aktivitas maksimal hingga mencapai titik keletihan. Denyut nadi maksimum = 220 – Usia atau Journal of the American College of Cardiology = 208 – 0,7 x usia. Jika aktivitas dengan intensitas konstan –> denyut nadi meningkat cepat hingga mencapai titik optimal kemudian stabil. Jika intensitas ditingkatkan –> adaptasi 1-2 menit –> SsHR yang baru. SsHR menjadi dasar dari beberapa tes fisik untuk menilai tingkat kebugaran. SsHR rendah : pada orang-orang yang rutin melakukan olahraga dan sebaliknya. SsHR rendah menunjukkan efisiensi sistem Kardiovaskuler yang baik. 1. Stroke Volume (Curah jantung dalam satu kali menguncup) 2. Cardiac Output (curah jantung) = SV x HR 3. Aliran darah 4. Tekanan Darah (Tekanan yang dihasilkan oleh aliran darah pada dinding pembuluh darah) = CO x TP(tahanan perifer) 5. Darah Teori-teori Psikologi 1. Heider (teori atribusi) Teori ini ingin melihat sebab-sebab perilaku (the cause of behavior) bisa faktor dalam (internal) atau faktor luar (eksternal) 2. Mc. Dougal (Teori insting/naluri) Bahwa yang mendorong perilaku itu adalah insting-insting (berteman, berkelahi, tahu, melarikan diri, dsb). Insting diwariskan tetapi dapat berubah karena pengalaman atau belajar. 3. Sigmund Freud (Teori Psikoanalisis) Manusia mempunyai 2 dorongan dasar yaitu insting hidup (eros ) dimanifestasikan dalam perilaku seksual dan insting mati (thanatos) ditujukan pada diri sendiri (bunuh diri) atau orang lain (perilaku agresif) 4. Huil (Teori dorongan/ drive theory) Dorongan ini berkaitan dengan kebutuhan (faktor dalam). Kebutuhan mengacu pada akibat psikologis dari suatu kebutuhan. Jadi kebutuhan dan dorongan adalah parallel tetapi tidak identik. Yang mendasarinya adalah teori homeostatis (teori keseimbangan). Kalau dorongan dan kebutuhan tidak seimbang akan mencari keseimbangan. 5. Teori Insentif Lebih bersifat eksternal (insentif eksternal) dimana perilaku yang seharusnya tidak dilakukan tetapi karena ada insentif perilaku itu dilakukan. Misalnya, lomba kebersihan, belajar karena diberi permen 6. Teori insentif vicarious Mengacu pada model/peniruan pada orang lain. Misalnya mengikuti kiat-kiat orang sukses 7. Teori Kognitif Perilaku dipengaruhi oleh pikiran. Bisa lihat kebelakang atau ke masa yang akan datang dan dapat diprediksikan hal-hal yang akan terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Arsip Blog